Powered By Blogger

Rabu, 25 Januari 2012

**aku benci mencintaimu**


Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta.
Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu,
tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak,
selalu menebak-nebak.

Aku benci deg-degan menunggu kamu online .
Dan di saat kamu muncul,
aku akan tiduran tengkurap,bantal di bawah dagu,
lalu berpikir,tersenyum,
dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu,di seberang sana,bisa tertawa.
Karena, kata orang,
cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa.
Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku
dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya,
menghapusnya,memikirkan kata demi kata.
Aku benci ketika jatuh cinta,
semua detail yang aku ucapkan,katakan,kirimkan,tuliskan ke kamu menjadi penting,
seolah-olah harus tanpa cacat,
atau aku bisa jadi kehilangan kamu.

Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu.
Tapi, aku tidak bisa menawarnya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu.
Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika,
atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri?
Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa,
atau ada maksud lain,
atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur 
dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada,
menjalar ke sekujur tubuh,
dan aku merasa pasrah,gelisah.
Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman,tanpa harus tidur.
Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku,
saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang.
Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan
aku tidak bernapas,
aku merasa canggung,
aku ingin berlari jauh.
Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu
tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logikaku bersuara dan mengingatkan,
Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata,
pada akhirnya kamu akan tahu,
kalian berdua tidak punya anything in common,
harus dimentahkan oleh hati yang berkata,
Jangan hiraukan logikamu.

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu.
Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa
karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna,
kamu bisa saja tanpa cela,
dan aku,bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu.

Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu.
Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini
di balik semua rasa kangen, takut, canggung,
ada rasa yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan

aku benci mencintaimu

Minggu, 22 Januari 2012

..sekilas tentang kita..



22/01/2012


ku coba percaya bahwa semua baik-baik saja
ku coba meyakinkan diri bahwa semua tetap sehati
aku hanya melihat dengan mata terus memohon dan berdoa
tetap diam dan bersabar walau hati terasa bergetar
tak kuasa melihat rasa sayang yang belum mencapai seabad ini kian terasa hambar
walau nurani tergores memar ku coba tuk tetap tegar
bertahan dengan persahabatan yang mulai terlihat samar

kapan senyum bisa mengembang ?..di saat mengenang semua kenangan
kapan terdengar tawa riang ?..di saat mengingat bersama bergandengan tangan
ku ingin kita bisa kembali tersenyum…
saling menguatkan dan saling mengisi, tanpa harus menyakiti
ku ingin kita bisa merajut tawa...
saling berbagi dan menasehati, tanpa ada rasa perih

sungguh, aku tak bermaksud membuat tebing curam diantara kita...

Kamis, 12 Januari 2012

Pergi



aku patah saat ku sadar kau telah beranjak pergi dari tepiku
membiarkanku termangu...diam tertusuk kecewa
kau sudahi cerita rindu dengan bahagia yang bukan untukku
tahukah kamu...?
kini hanya ada lara yang tertinggal
satu demi satu membunuh setiaku
bersama sepi menyulutkan benci

semua telah usai
kau buatku merasakan damba semu
apa yang ku yakini cinta...tak berati apa bagimu
dan hatimu tak pernah kau sisakan untuk.ku

aku pergi karna mencintaimu...

..maaf..



Jika hati selembut salju
Mungkin dia takkan pernah menyakiti

Jika bibir sebening air
Mungkin dia takkan pernah mengingkari

Dan jika raga seindah pelangi
Mungkin dia takkan pernah melukai

Namun, apalah daya
Aku bukanlah makhuk yang sempurna
Yang selalu bisa mengukir senyuman dibibirmu
Dan melukis sinar di bening matamu
...

maaf

(..hUjaN..)



January 11st  2012

Filosofi hujan memang mengaggumkan..
Dia takkan pernah bisa dipisahkan dari kehidupan..
Sebab, karenanya ribuan bibir mampu menguntai senyuman..
Dan tanpanya jutaan hati akan meronta kesakitan..

Namun, tak jarang pula hujan diartikan sebagai simbol kesedihan..
Dengan permulaan langit yang berubah menjadi pekat..
Dilanjutkan oleh sang air yang berlomba dengan hebat..
Dan akhirnya..seisi dunia terasa begitu menakutkan..

Banyak pendapat mengenai filosofi hujan..
Tapi semua itu tergantung bagaimana cara kita memandang..
Jika kita memandang hujan sebagai musibah..maka selamanya kita akan beranggapan bahwa hujan adalah musibah..
Namun, jika kita lebih bisa merasakan indahnya pelangi setelah hujan..maka kita akan beranggapan bahwa hujan adalah anugerah..


**..aVenGing_anGeL..**